RPABI-Dampingi-Penyerahan-Ijazah-di-SD-Plus-Intan-Al-Sali-Sekolah-dan-Orang-Tua-Sambut-Hangat
π
ππ
°ππ
°-π
±π
°π
½π
³ππ
½π
Ά1.π
²π
Ύπ
Ό, BANDUNG - Kasus Open Bibding PDAM Tirtawening yang belum tuntas memang sangat memprihatikan.Bandung – Komitmen Rumah Relawan Pendidikan Anak Bangsa Indonesia (RPABI) dalam membantu siswa memperoleh hak pendidikannya kembali terlihat. Setelah mendampingi siswa SMP dan SMA swasta, kali ini RPABI hadir di SD Plus Intan Al Sali untuk membantu proses penyerahan ijazah yang sempat tertunda.
Kehadiran tim RPABI disambut hangat oleh pihak sekolah. Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan, bahkan sempat berujar, “Kenapa tidak dari dulu?” mengingat sebelumnya sempat terjadi los kontak antara sekolah dan wali murid.
Proses penyerahan ijazah berlangsung lancar dan penuh haru. Sekolah tidak mematok biaya tertentu, dan ijazah diserahkan langsung kepada siswa serta orang tua mereka. Bagi keluarga yang memiliki surat keterangan tidak mampu, pihak sekolah berkomitmen membantu pengajuan keringanan agar nominal administrasi sebesar Rp4 juta dapat disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing.
Koordinator Lapangan RPABI, Ening Lisniawati, mengungkapkan rasa bahagianya meski harus menempuh perjalanan cukup jauh. “Walaupun jaraknya jauh dan jalannya naik turun, saya senang karena melihat kegembiraan di wajah orang tua, terutama para murid,” ujarnya dengan senyum.
Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal RPABI, Drs. Dedy Kusnadi, yang turut mendampingi kegiatan tersebut. “Jalannya memang naik turun, tapi ya senang saja,” ucapnya sembari tertawa ringan, menggambarkan semangat tim relawan yang tetap antusias di lapangan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen RPABI dalam memperjuangkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Melalui pendampingan seperti ini, RPABI memastikan setiap anak Indonesia dapat memperoleh dokumen pendidikannya tanpa hambatan ekonomi.

Komentar
Posting Komentar