Tragedi-Ngada-Jadi-Cermin-Nurani-Bangsa:-RPABI-Serukan-Gerakan-Nasional-Peduli-Anak-Sekolah-Miskin



πŸ…‚πŸ†„πŸ…°πŸ†πŸ…°-πŸ…±πŸ…°πŸ…½πŸ…³πŸ†„πŸ…½πŸ…Ά1.πŸ…²πŸ…ΎπŸ…Ό, Bandung — Ketua Umum Rumah Relawan Pendidikan Anak Bangsa Indonesia (RPABI), Rahmien Liomintono, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi memilukan di Ngada, Nusa Tenggara Timur, di mana seorang anak SD mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli pena dan buku.

“Ini bukan sekadar berita duka, tetapi alarm keras bagi nurani bangsa. Ketika seorang anak kehilangan harapan hanya karena alat tulis, berarti ada yang sangat salah dalam sistem sosial dan pendidikan kita,” tegas Rahmien di Bandung, Selasa (4/2/2026).

Menurutnya, pendidikan dasar seharusnya benar-benar gratis dan inklusif, termasuk perlengkapan belajar. Ia menilai tragedi ini menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat perlindungan sosial serta memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal karena kemiskinan.

“RPABI berdiri untuk memastikan setiap anak Indonesia bisa belajar dengan layak. Kami menyerukan Gerakan Nasional Peduli Anak Sekolah Miskin, agar masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah bersatu membantu anak-anak dari keluarga rentan,” ujar Rahmien.

Melalui gerakan tersebut, RPABI akan menyalurkan bantuan perlengkapan belajar, seragam, dan dukungan psikososial bagi siswa miskin di berbagai daerah, dimulai dari wilayah-wilayah terpencil seperti NTT.

“Pena dan buku seharusnya menjadi simbol harapan, bukan alasan keputusasaan. Kami tidak ingin ada lagi anak Indonesia yang menyerah karena kemiskinan,” tutup Rahmien Liomintono.

Kontak Media:

Rumah Relawan Pendidikan Anak Bangsa Indonesia (RPABI)

Jl. Cipedes Hegar 1 No. 38 B, Pajajaran–Cicendo, Bandung 40173

Telepon: (022) 252390199 | WhatsApp: 085864747775

Email: rpabiindonesia@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SPP-Bentuk-Pansus-dan-Gelar-Aksi-di-Depan-Gedung-Sate-Petani-Bergerak-Lawan-Stagnasi-dan-Korupsi-Desa

Kasatpol-PP-Kota-Bandung-Angkat-Bicara-Soal-Dugaan+Penyalahgunaan-Wewenang-oleh-Oknum-Anggota