Petani-Pangalengan-Tersingkir-Instruksi-Pemprov-Dinilai-Abaikan-Nasib-Warga-Lokal
π
ππ
°ππ
°-π
±π
°π
½π
³ππ
½π
Ά1.π
²π
Ύπ
Ό — Pangalengan, Suasana haru dan amarah menyelimuti warga Pangalengan setelah lahan garapan mereka tiba-tiba diambil alih untuk program penanaman kembali atas instruksi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Warga menilai kebijakan tersebut tidak berpihak kepada masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari tanah yang kini mereka sebut “dirampas atas nama reboisasi”. “Langsung atas instruksi Pemprov, Pak. Kami disuruh berhenti, lahan ditanami tanpa penjelasan. Sekarang kami menganggur,” ujar seorang warga yang sebelumnya mengelola lahan pertanian di kawasan tersebut. Warga mengaku kecewa karena kebijakan itu datang tanpa sosialisasi, tanpa dialog, dan tanpa solusi pengganti. Padahal, sekitar 80 persen penduduk Pangalengan hidup dari sektor pertanian dan peternakan. “Tidak ada pabrik, tidak ada lapangan kerja lain. Kalau lahan diambil, kami mau makan apa?” keluh seorang ibu sambil menahan tangis. Lebih jauh, warga mempertanyakan dasar hukum dan tek...