Prof-Sanusi-Uwes-Dukung-RPABI-Gerakan-ASN-AMANAH-SAMPAH-KOTA-KITA-Jadi-Cermin-Moral-dan-Literasi-Jawa-Barat
Bandung Selasa, 18 Nopember 2025 — Dalam suasana hangat penuh keakraban, Pengurus Pusat RPABI berkesempatan melakukan diskusi singkat dengan Prof. Sanusi Uwes di kediamannya. Pertemuan ini difasilitasi oleh Bunda Dra. Hj. Rd. Hayati Setia Kartadinata BA., SIP., MIM, tokoh pendidikan sekaligus Ketua Yayasan Gemar Tafaqur Centre, yang selama ini aktif mendukung gerakan literasi dan pemberdayaan masyarakat bersama RPABI.
Diskusi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian undangan resmi kepada Prof. Sanusi Uwes untuk hadir dalam Diskusi Publik bertema “ASN • AMANAH • SAMPAH KOTA KITA”, sebuah forum reflektif yang mengajak aparatur sipil negara dan masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan kota dengan semangat amanah dan tanggung jawab sosial.
Prof. Sanusi Uwes menyambut baik inisiatif RPABI tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat bukan sekadar soal sampah, tetapi juga menyentuh nilai moral, etika pelayanan publik, dan kesadaran kolektif membangun kota yang berdaya dan berkarakter. “Gerakan seperti ini penting untuk menumbuhkan budaya bersih, jujur, dan peduli di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menjelang akhir diskusi, Prof. Sanusi Uwes juga mengungkapkan data yang menggugah: dari sekitar 50 juta penduduk Jawa Barat, masih terdapat 270.000 anak yang buta tulis dan baca. Fakta ini menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan dan kebersihan pikiran melalui literasi adalah dua hal yang saling berkaitan dalam membangun peradaban.
Ketua Umum RPABI, Rahmien Liomintono, menyampaikan apresiasi kepada Bunda Dra. Hj. Rd. Hayati Setia Kartadinata BA., SIP., MIM atas fasilitasi dan dukungannya dalam mempertemukan RPABI dengan Prof. Sanusi Uwes. Ia menegaskan bahwa RPABI akan terus memperkuat gerakan literasi dan pendidikan inklusif, sekaligus mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari karakter bangsa. “Kami ingin menjadikan diskusi publik ini bukan hanya ajang berbicara, tetapi langkah nyata menuju perubahan,” tegasnya.
RPABI berharap kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi antara akademisi, ASN, dan masyarakat untuk mewujudkan Jawa Barat yang bersih, cerdas, dan berdaya.

Komentar
Posting Komentar